Ayah

Ayah
Aku rindu saat ada canda tawa bersamamu
Aku rindu bermanja denganmu
Aku rindu berpetualang bersamamu
Ayah
Kau sosok yang aku banggakan
Kau sosok yang jadi teladanku
Kau yang hanya berbicara secukupnya
Kau yang selalu datang saat sekolah mengundang orang tua siswa
Kau yang sederhana

Ayah
Aku rindu saat kaki ini berjalan mengikutimu
Aku rindu saat aku menyusulmu di ladang.
Aku rindu diriku yang belum tahu apapun
Aku rindu diriku yang belum tahu malu
Aku rindu diriku yang belum memiliki gengsi
Aku rindu saat aku hanya ingin mengikutimu ke ladang atau ke sawah
Aku rindu mencarimu saat aku sudah bosan bermain sendirian
Aku rindu di bonceng olehmu naik sepeda
Menanjak, menurun, kau biarkan aku tetap duduk di boncengan, sedang kau turun dan menuntun sepeda itu

Ayah
Masa kecilku bersamamu adalah masa terindah dihidupku
Masa yang selalu kurindu tuk mengulangnya
Masa yang penuh dengan warna

Ayah
Terkadang aku iri melihat temanku yang menceritakan tentang ayah mereka
Aku hanya bisa diam mendengarkan
Kau yang kembali ke hadapan-Nya
Meski sudah sekitar empat tahun lalu
Tetapi, sosokmu masih tergambar jelas dipikiranku

Ayah
Aku rindu kau yang selalu aku rindukan
Kau yang lebih dicintai Tuhan
Semoga kau bahagia bersamaNya, di surga sana… ayah.

Iklan

Jangan lupa tinggalkan jejakmu di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s