REVIEW Out Of The Blue

Out Of The Blue by Indah HanacoKemunculan Rengga-pria yang selama ini Sophie ketahui telah memerkosa ibunya-dan Austin, mantan pacarnya yang selebritis, membuat hidup Sophie begitu rumit. Ditambah pertengkaran dengan sahabatnya, Sophie pun nekat menyetujui rencana berlibur ke Skandinavia.

Di Nyhavn, Sophie harus berurusan dengan cowok kasar berego setinggi langit. Jamie menuduhnya tengah menguntit sebagai paparazzi. Setelah beberapa kali tidak sengaja bertemu dan berselisih paham, bahkan mengalami satu kejadian mengejutkan bersama di tepi tebing Preikestolen, keduanya pun semakin dekat.

Ketika mengetahui identitas Jamie sebenarnya, Sophie langsung memutuskan kembali ke Jakarta. Haruskah ia mengambil risiko jatuh cinta dengan trauma yang sama? Atau justru rela melepaskan cowok yang diam-diam membuat hatinya menghangat?

—–

Shopie Lolita merasa ada yang kosong dan gelap di hatinya. Terutama sejak setengah tahun terakhir. Meski begitu, dia selalu berusaha untuk menampakkan keceriaan seperti biasa. Bersikap seakan tidak ada ganjalan di hatinya. Gadis periang berusia dua puluh tahun ini memang selalu terlihat santai dan tampak tidak terbebani oleh apa pun. Padahal di dalam, dia babak belur, meski bukan karena pengalamannya sendiri. Shopie memilik dua sahabat yang sangat ia sayangi: Brisha dan Amara. Keduanya sama-sama memilki pengalaman pahit. Brisha pernah dipukuli mantan pacarnya. Amara pernah diperkosa, hamil, dan keguguran. Lalu, ada kisah kelam yang menjadi bagian dari hidup mendiang ibu yang sangat dicintainya.

Setahun terakhir merupakan Fase Kejutan dalam hidup Shopie. Ada begitu banyak letupan fakta yang membuat jantungnya berdetak menyalahi kodrat dan kepatuhan. Banyak peristiwa yang mendewasakan Shopie lebih dari seharusnya. Rengga Fahaad-Ayah biologis Shopie-muncul dengan memberikan fakta yang berbeda dari apa yang selama ini Shopie ketahui. Rengga tidak bermaksud meninggalkan ibunya, bahkan ia tidak tahu bahwa Shopie ada. Hingga suatu hari, ia memutuskan untuk pergi ke Skandinavia setelah terpesona dengan kartu pos milik Joanna-istri Rengga.

Hari pertama liburannya berjalan dengan sempurna. Hingga seseorang yang mengenakan topi, kacamata gelap, dan masker yang menutupi mulutnya mendekat dan bicara dengan suara rendah yang mengandung kemarahan. Orang itu menuduh Shopie sebagai papparazi yang tengah menguntit dirinya. Dia adalah Jamie Keegan, atlet sepakbola dari Inggris yang beralih profesi menjadi aktor. Pengalaman buruk Jamie membuat dirinya membenci para jurnalis dan merasa harus berhati-hati. Itulah sebabnya Jamie mengira Shopie adalah penguntit yang tengah memata-matai dirinya.

Ketika Jamie tahu bahwa tuduhannya terhadap Shopie salah. Dia malah mengajak Shopie untuk makan malam sebagai permintaan maafnya. Setelah makan malam itu, mereka malah menjadi teman seperjalanan dan saling bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing. Hingga peristiwa penuh trauma di Prekeinston dan malam yang mereka habiskan di balkon mengubah perasaan keduanya. Namun, ada satu hal yang Jamie rahasiakan dari Shopie meski gadis itu telah menceritakan semua tentang dirinya. Lalu, apakah rahasia itu tetap menjadi rahasia yang selamanya takkan Shopie ketahui hingga keduanya kembali ke negara masing-masing?  Apa alasan Jamie merahasiakan sesuatu dari Shopie? Mari baca buku ini dan kamu akan jatuh cinta dengan Jamie.^^

—–

Awalnya aku sempat khawatir tidak bisa mengikuti jalan cerita karena belum membaca sekuel pertamanya, Heartling. Tapi, kekhawatiran itu lenyap seiring dengan lembar demi lembar Out of The Blue yang aku baca. Latar belakang tokoh yang terlibat dalam novel ini diceritakan dengan cukup rinci sehingga aku tidak merasa bingung untuk mengikuti jalan ceritanya.

Di sini penulis melakukan riset dengan sungguh-sungguh karena sukses membuatku merasa seolah-olah akulah yang tengah menjelajah Skandinavia. Bagaimana setiap tempat yang didatangi Shopie bisa dengan mudah aku bayangkan keadaannya.

Aku suka dengan interaksi antara Shopie dengan Jamie serta Shopie dengan Rengga dan Joanna. Interaksi antara Shopie dan Jamie sering membuatku senyum-senyum sendiri. Apalagi Jamie yang overpede  membuatku geli karena kalimat-kalimat yang ia lontarkan pada Shopie. Sementara untuk interaksi antara Shopie dengan Rengga dan Joanna terkesan alami dan tidak berlebihan. Kehadiran Rengga dan Joanna tidak serta merta membuat Shopie bahagia dan menganggap mereka sebagai orangtuanya. Rengga ini mengingatkan aku sama Cihan di drama Chanzu Hazal. 😀

Aku suka dengan segala isu yang diselipkan dalam novel ini. Mulai dari perkenalan melalui facebook yang memang sedang marak terjadi hingga pekerjaan Gita yang tabu itu. Penulis juga sukses menggambarkan bagaimana persahabatan remaja akan mudah sekali tergoncang ketika salah satunya sedang jatuh cinta. Seperti halnya Brisha yang tega mengucapkan kalimat-kalimat setajam pisau kepada Shopie ketika Shopie mencoba memberitahu dia bahwa Dicky bukan lelaki baik-baik. Brisha lebih memercayai Dicky daripada Shopie-sahabatnya sendiri. Hal seperti ini sangat sering terjadi dalam dunia persahabatan remaja loh. Aku juga pernah mengalaminya. -,-

Tema yang diangkat cukup berat. Tapi aku suka karena novel ini memberitahukan pada pembaca bahwa meski masih muda, hidup remaja tidak lurus saja tanpa beban. Tidak sedikit remaja yang terjerumus ke jalan  yang salah karena sudah tidak tahan dengan beban yang dipikulnya. Hidup remaja bukan soal cinta melulu, tapi lebih kompleks dari itu.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini: Shopie mengajarkan bagaimana kita harus bangkit dari trauma yang membelenggu jiwa, Brisha mengajarkan untuk tidak bersikap kasar terhadap sahabat sendiri karena sahabat tidak mungkin ingin mencelakai sahabatnya, Gita mengajarkan bahwa tidak seharusnya kita terus berada di jalan yang salah, selagi kita masih punya kesempatan kita masih bisa memperbaiki diri bukannya terus memilih melangkah di jalan yang salah.

Ada banyak pemangsa di dunia modern yang luas dan kompleks ini. Dalam berbagai wajah, berbagai identitas. – hlm. 258

Bacalah dan kamu akan jatuh cinta pada Jamie yang overpede, cerewet, dan keras kepala itu.^^

Judul Buku              : Out of The Blue
Penulis                      : Indah Hanaco
Penerbit                   : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit           : Oktober 2015
ISBN                           : 9786020321714
Jumlah Halaman : 296 halaman

Iklan

Jangan lupa tinggalkan jejakmu di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s